What are you doing guys???

0 komentar


Seperti tidak punya teman.

Akhir - akhir ini gue rasa semua seperti mulai menjauh. Semua seperti mulai punya kepentingannya masing - masing. Semua seperti mulai tidak mau diganggu. Sama halnya dengan gue. Gue akui gue memang sulit ditemui. Karna apa? Karna jadwal kerja gue yang shift - shift an. Tidak seperti kebanyakan teman gue yang lain. Berangkat pagi pulang siang atau sore. Setiap sabtu minggu libur. Lain hal dengan gue. Libur gue ya setelah dines malem. Entah hari senin, selasa, rabu, kamis, jum'at, sabtu atau minggu. Gak pernah tentu.

Mungkin karna itu. Karna gue mulai sulit ditemui. Mereka - mereka males untuk membuat janji dengan gue. Karna sering kali janji yg mereka buat gak pernah cocok dengan jadwal gue. Hasilnya. Yah nihil.

Nah, sekarang gilirannya gue libur. Tepat di hari kamis. Gilirannya gue ngajak ketemu. Tapi apa?? Temen - temen yang gue ajakin gak ada yang bisa. Pada punya urusannya masing - masing. Hasilnya?? Yah seperti biasa tiduran. Tiduran. Tiduran. Nonton tv. Musikan dikamar. Tiduran lagi. Tiduran dan tiduran lagi sambil hapean. Gitu aja. Akhir - akhir ini jadwal liburan gue ya cuma gitu kerjaanya.

Pas gue kerja. Mereka - mereka ngajak ketemu. Dan gue gak bisa. Gitu - gitu aja terus sampe kiamat. Sampe bener - bener ada waktu yang cocok buat bisa ketemu. Gue mulai kehilangan moment main. Mulai kehilangan. Moment ngobrol ngalor ngidul sambil makan cemilan. Sambil jalan - jalan kemanapun. Mulai kehilangan hunting tempat makan. Walaupun yang disinggahi tempat itu lagi itu lagi. Karna bukan tempat makannya tapi kebersamaannya.

Akhir - akhir ini gue bener - bener lagi pengen renang banget. Alhamdulillahnya hampir satu bulan belakangan belum kesampean. Temen renang gue yang biasanya bisa diajak nyebur entah kenapa lagi susah banget buat diajakin renang. Alhasil, renang aja terus didalem mimpi. Sampe bener - bener ada yang mau ikhlas nemenin renang walaupun sebentaran.

Maaf bukannya egois. Cuma mau refresh aja kalo lagi libur. Cuma mau ngelepas semua masalah klinik. Cuma mau ngelupain sejenak tentang masalah pasien. Cuma mau off dulu dari aktivitas yang berhubungan sama dokter. Cuma mau seneng - seneng. Walaupun sebentar. Yah gue paham kalo semuanya akan balik lagi ke rutinitas seperti biasanya. Maka dari itu. Ketika libur cuma pengen punya temen. Itu aja.




Untungnya dimasa - masa sulitnya dapetin temen main. Gue masih punya penolong. Penolong gue dari kesendirian. Hampir saja gue mati bosan. Penolong gue cuma. AGUNG. Dia seorang. Lelaki terkasih gue yang selalu berhasil buat hari gue gak pernah merasa kesepian. Sekian.

AP

0 komentar



Malam ini, aku bahagia sekali. Melihat dua lekaki terkasihku duduk bersama berbincang tentang hal yang serius mengenai aku. Aku rasa aku sudah menemukan. Finally i found someone, to share my live. Aku bahagia. Menyaksikan kamu yang tampak sangat gugup dihadapan ayah aku. Tapi dari raut wajah kegugupan kamu, aku mampu membaca suasana hatimu. Kamu sosok pemberani, berani berhadapan dengan ayah aku. Yang notabennya sosok yang kaku, galak dan serius. 

Detik ini aku berada di dalam kamar. Membiarkan kamu sendiri untuk berbincang dengan ayah aku. Dari kejauhan aku mendengarkan sayup - sayup perbincangan yang asyik kalian obrolkan. Aku sangat bahagia.

Moment ini moment teristimewa selama hidup aku. Telah ada lelaki yang sanggup menghadapi ayah aku. yaitu kamu.


Semoga kita BERJODOH. Aku selalu berdoa semoga Allah meridhai hubungan ini. Kita punya niat baik. Niat baik insya allah berujung baik. itu kan yang kamu bilang?

I'm so lucky. Aku sosok yang sangat acak - acakan ditemukan dengan kamu yang sangat peduli dengan kerapihan. Aku yang sangat cuek ditemukan dengan kamu yang sangat perhatian. Aku yang tidak pernah romantis sama sekali ditemukan dengan kamu yang sangat romantis. Aku yang sangat kasar ditemukan dengan kamu yang lemah lembut. Terkadang aku masih suka malas - malasan untuk beribadah dan aku ditemukan denganmu yang selalu mengingatkan. Ketika marahpun kamu tidak pernah menggunakan cara yang kampungan. Kamu galak. Tapi tau batasan. Kamu lembut. Tapi aku takut ketika kamu sudah marah. Aku mulai memperhatiakan segala detail di diri aku. Aku selalu ingin buat kamu nyaman.


Yah. Aku masih didalam kamar. Masih mendengar remang - remang suara paraumu berbincang dengan si kumis tebal. Kamu tau? Bagaimana caranya aku bisa menggambarkan rasa bahagiaku ini? malam ini? Aku sangat bahagia.


Bagaimanpun masa lalumu. Seperti apa kamu terdahulu. Bagaimana dengan backgroundmu. Aku sudah menerima itu. 


Barusan saja kamu memberi pesan singkat padaku. Menyuruhku keluar kamar untuk menemanimu. Aku faham, mungkin obrolan kalian sudah stak. Dan kamu yang tidak banyak bicara, mungkin hanya membalas dari pertanyaan ayahku saja. Kamu harus tau ini "ayah gak bisa nuntut banyak kalo ternyata dia orangnya tidak banyak bicara. Jangan sungkan sama ayah." Itu kata - kata ayah aku buat kamu. Dia sudah menerima kamu seperti apa adanya. Yah, aku rasa pribadimu hampir sama dengan pribadi ayahku.


Baiklah, tulisan ini akan aku cukupkan. Aku akan keluar dari kamar dan menemaimu berhadapan dengan ayah aku. Malam ini aku bahagia.




Oh iya satu lagi yang ingin aku sampaikan. Khusus buat kamu. Kita hidup pasti memiliki masalalu. Aku dengan masalalu aku dan kamu dengan masalalu kamu. Entah pait atau manis, pasti kita pernah merasakan. 


Buat semua yang baca tulisan ini. Kalian pasti sayang saya. Saya sudah bahagia dan saya rasa saya sudah menemukan. Jadilah teman saya sebaik mungkin. Berlakulah sebagaimana batas pertemanan. Dengan segala hormat saya kenalkan pasangan saya yang sudah bertahun - tahun saya tunggu. Kenalkan......






AGUNG PURNOMO USODO