Tulisan kedua teruntuknya.
Rasa kangen ini sudah menjadi - jadi. Kapan kita bisa ketemu lagi? Setelah kesibukan yang menghalangi, jarak yang sangat jauh tidak bisa dipungkiri.
Indah. Seperti malem - malem sebelumnya. Malem ini gue kangen lagi. Kangen sekangen - kangennya. Terlupakan sejenak karna kesibukkan. Tapi teringat kembali disela kesendirian. Malem ini di atas tempat tidur, kenangan bareng - bareng sama indah melayang - layang ada di ingatan. Semua terasa indah. Indah, malem ini ingin hati berkeluh kesah tertawa lepas atau bicara bisik - bisikan. Begitu banyak cerita gue yang kalo dikasih tau ke indah bakal dibilang ketinggalan jaman. Dan begitu banyak cerita indah yang belum pernah gue tau sekarang. Kita sama - sama ketinggalan jaman. Indah. Gimana kabar? Lebaran kurban kemaren bilangnya mau pulang! Sibuk yah ndah? Atau gak kebagian tiket? Indah. Malem ini gue rindu menggebu - gebu. Semua kenangan yang melayang - layang gak ada satupun yang mengharuskan gue membenci indah. Semua indah. Indah, gue kangen garukan geli yang biasa dilayangkan di punggung ini. Raut wajah flat yang begitu sangat keibuan. Suara lembuh wanita jawa yang penuh santun.
Indah sebenarnya ada yang ingin gue ceritakan?? Karna berkeluh kesah sama indah buat hari gue jadi semakin indah. Kemampuan menjadi pendengar yang baik, kemampuan memberi saran, kemampuan untuk menenangkan. Yah ada di indah. Indah sebenernya gue pengen cerita. Mengizinkan gue sebentar saja dan sedikit saja untuk meneteskan air mata. Indah gue rindu. Tapi ya sudah tak apa. Gue ngerti keadaan ini. Biarlah gue menggelar sejadah dan menceritakan pada-Nya.
Indah. Sudah kurus kah? Atau masih sama? Kurus atau berisi, indah tetep indah yang gue kenal. Yang kalo kurus masih tetap indah. Yang seperti dulupun akan tetap masih indah. Indah, nama indah sungguh indah. Kenangan sama indahpun sangat indah.
DWI NUR INDAH SARI


Posting Komentar