Kembali

"Siapa dia? Seenaknya saja kembali ke saya. Ingat dengan saya. Cuma sedang ada susah!! Lancang."


Kalo saja saya bisa dengar Tuhan berbicara. Mungkin kalimat tersebut yang akan saya dengar. Malu. Saya sangat malu dengan Tuhan. Menggelar sejadah dan menengadahkan tanganpun saya mulai malu. Siapa saya? Yang hanya ingat-Nya ketika susah. Siapa saya? Yang hanya meminta ketika butuh.

Saya benturkan kepala ke tembok. Saya tonjok dada ini dengan kepalan tangan. Tak seberapa sakitnya, dibanding api mendidih di akhirat nanti jika saja saya benar - benar melupakan Tuhan saya.

Saya basuh wudhu segera. Saya gelar sejadah panjang. Saya mohon ampun dengan segala kesalahan. Semoga Tuhan tidak murka pada hamba yang banyak dosa.

0 Response to "Kembali"

Posting Komentar