(bukan) 4 mata

second helper


Dear Ayah
Maaf yah, maaf. Ketakutan kamu selama ini terjadi. Bukan aku yang mau. Tapi memang kebiasaan buruk aku yang susah untuk dihilangkan.
Berkali – kali kamu melarang aku untuk tidak membaca sambil tiduran, baca terlalu deket, nonton tv berjam – jam, main HP di tempat gelap. Tapi aku acuh atas perkataanmu.

Tapi kata dokter yah. Ada faktor lain yang memang mengharuskan mata kita butuh bantuan. Kondisi mata itu sendiri. Sama seperti ayah. Sekuat apapun yakin kalau matamu itu tidak perlu bantuan, namun keadaanlah yang akhirnya menjelaskan. Semakin tua umurmu semakin lelah pula matamu. Dan pada akhirnya mau tidak mau, matamu yang katanya jernih itupun harus dibantu.

Kalo saja aku bilang sama kamu tentang ini. Pasti kamu berfikir bahwa itu hanya sebagian kecilnya saja. Sebagian besarnya, sudah pasti kebiasaan buruk aku itu. Yah benar. Kebiasaan buruk yang susah aku hilangkan.

Maaf yah, maaf. Kali ini mataku sudah waktunya butuh bantuan.
Dan semua akan terlihat jelas tanpa harus memajukan kepalaku sambil mengkerut – kerutkan dahiku.





love

0 Response to "(bukan) 4 mata"

Posting Komentar