![]() |
| second helper |
Dear Ayah
Maaf yah, maaf. Ketakutan
kamu selama ini terjadi. Bukan aku yang mau. Tapi memang kebiasaan buruk aku
yang susah untuk dihilangkan.
Berkali – kali
kamu melarang aku untuk tidak membaca sambil tiduran, baca terlalu deket,
nonton tv berjam – jam, main HP di tempat gelap. Tapi aku acuh atas
perkataanmu.
Tapi kata dokter
yah. Ada faktor lain yang memang mengharuskan mata kita butuh bantuan. Kondisi
mata itu sendiri. Sama seperti ayah. Sekuat apapun yakin kalau matamu itu
tidak perlu bantuan, namun keadaanlah yang akhirnya menjelaskan. Semakin tua
umurmu semakin lelah pula matamu. Dan pada akhirnya mau tidak mau, matamu yang
katanya jernih itupun harus dibantu.
Kalo saja aku bilang sama kamu tentang ini. Pasti
kamu berfikir bahwa itu hanya sebagian kecilnya saja. Sebagian besarnya, sudah
pasti kebiasaan buruk aku itu. Yah benar. Kebiasaan buruk yang susah aku
hilangkan.
Maaf yah, maaf.
Kali ini mataku sudah waktunya butuh bantuan.
Dan semua akan
terlihat jelas tanpa harus memajukan kepalaku sambil mengkerut – kerutkan
dahiku.
love



Posting Komentar