12 Tahun

0 komentar
"hhhhhuuffffftt" hela nafasku dengan panjang, seakan mencerminkan betapa aku sudah tidak tahan lagi menahan rasa rindu yang mendalam ini.

Dengan jarum infus yang masih menusuk dilengan kananku dan selimut tebal yang menutupi tubuh rentaku. Wajah yang dulu selalu menemani hari - hari luguku itu, tak terasa sudah menginjakan dirinya di tahun ke 12 setelah ia berpisah dengan bundaku dan menghilang hingga aku tidak pernah melihatnya lagi. Kemana dia? bagaimana kabarnya? aku sungguh merindukannya.

Aku rasa, ketika suatu saat nanti ia datang. Dialah pelengkap kesempurnaanku. Tapi sampai kapan aku menunggu dan sampai kapan aku harus selalu dipisahkan. Disadari atau tidak, aku memang merasa kalau aku dipisahkan dengan dia. Yang notabennya sebagai papahku. Tak sengaja air mata jatuh mempasahi pipi lalu berlabuh diujung bibir yang mulai mengering karena efek dari penyakitku ini.
***

"ono opo ndo? kok kamu nangis?" tanya bundaku dengan logat yang bercampuran. Bunda memang asli Jawa tapi lama di Jakarta.
"aku kangen papah bun" sambil melihat suasana luar di balik jendela dari kamar inapku.
"wis toh ndo, ndak usah ngomongin papahmu" pinta bundaku yang mungkin masih menyimpan rasa sakit hati dengan perlakuannya selama masa pernikahannya.
"tapi bun. Mau sejahat apapun papah, dia tetep papahku. Ini sudah 12 tahun aku ga pernah ketemu dia. Bagi aku hanya ada 2 laki - laki yang sayang sama aku dengan tulus. Cuma papah sama Rizky" jelasku tanpa memandang wajah bunda. Aku takut kata - kataku bisa menyakiti perasaannya. Tapi pernahkah bunda berfikir bagaimana perasaanku, yang bertahun - tahun tidak pernah dipertemukan dengan papahku sendiri. Bahkan nomer telfon papahpun, aku tidak punya. Yah, bunda adalah salah satu penyebab dari tidak pernahnya aku bertemu dengan papahku. Berkali - kali papah meminta kepada bunda untuk mempertemukan aku dengan dirinya. Tapi bunda tidak pernah mengizinkan. Entahlah, maksudnya apa...Tapi aku yakin, dibalik caranya itu ada alasan baik yang aku tidak tahu.
"kemarin, bude Bud nelfon bunda. Dia cerita katanya papah kangen banget sama kamu, dia mau ketemu kamu", bude Bud adalah kakak papahku, yang dulu sangat dekat dengan bunda. Selagi bunda masih bersama papah dan aku.
"plis bun, ijinin aku ketemu papah" mataku menatap nanar wajah bunda yang terlihat semakin menua.
***

3 minggu aku dirawat dirumah sakit karena penyakit aneh yang menyerang tubuhku. Bersyukur, aku diizinkan dokter untuk istirahat dirumah. Selama dirumah, Rizky lah yang berperan penting dalam mengurus aku, setelah bunda terpaksa harus balik ke Jakarta. Surabaya - Jakarta bukanlah Jakarta - Depok, yang hanya 1 jam saja bisa sampai. Jadi aku harus merelakan bunda balik ke Jakarta untuk meneruskan pekerjaannya yang banyak tertunda karena mengurus aku di rumah sakit. Tanpa merasa keberatan Rizky selalu ada untuk aku. Rizky adalah laki - laki terkasihku yang berhasil aku temukan dari ribuan laki - laki yang ada didunia.
***

Setelah aku benar - benar sehat dan sudah bisa meneruskan aktifitas seperti biasanya, Rizky ngajak aku untuk makan sepulang dari kampus nanti.

Sebelum aku pergi makan dengan Rizky, aku sempetin diri untuk pulang ke kosan dan mandi sebentar sekedar menyegarkan badan. Ketika aku sedang mandi, Rizky datang dan menunggu aku duduk di teras ditemani Minci (kucing kesayanganku).

Mandipun selesai dan aku segera rapih - rapih dikamar. Ketika aku sudah siap dan menuju keluar.

Tiba - tiba.

aku melihat sosok ketika 12 tahun yang lalu selalu menemaniku makan baso, menyuruhku minum susu, menjemputku ke sekolah, menjagaku dari ketakutan, membelaku ketika aku salah, menemani tidurku sambil mengatakan 'cantiknya kamu ndo', mengajakku jalan - jalan kemanapun aku mau, yang selalu.......banyak sekali kenangan itu

PAPAH. Kini ada dihadapanku.
Air matapun tak kuasa menahan kebahagiaan itu. Kakipun tak kuasa menopang tubuhku. Tanganpun tak kuasa untuk memeluknya.

AKU SUNGGUH KANGEN PAPAH

kita 'bertiga'

0 komentar
Setelah selama ini, kita kumpul lagi.

Ini. Moment yang kaya gini yang nggak akan pernah bisa diganti.
Kita terpisah jauh dan cukup lama. Cukup lama untuk memendam rasa rindu.
Kadang hanya kumpul bertigalah yang bener - bener selalu dinanti. Bukan maksud untuk menjauhkan yang lain. Bagi kami, kalian selain kami 'bertiga' adalah pelengkap dari kesempurnaan kami dengan tidak mengurangi rasa sayang kami. Tapi kami terlanjur dipertemukan pertama kali dan rasa itu terlalu mendalam hanya dengan 'bertiga' saja. Iya bertiga. Hanya saya, bintang dan eprin saja. Sekali lagi bukan maksud untuk menjauhkan yang lain. Tapi bagi kami, rasa kita bertiga berbeda makna dengan rasa kita semua. Kita bertiga dengan kita semua. sengaja saya ulang untuk mempertegas bahwa rasa kita bertiga memang berbeda. Sayapun sebenernya nggak bisa ngungkapin itu dengan kata - kata. Saya bingung seberapa dalam rasa kita. Karna bagi kita, rasa itu lebih dari sebuah rasa persahabatan. Entahlah apa....
***

Berlama - lama rebahan di saung teduhnya bintang, membuat kita ingin memutar kembali kenangan manis dulu ketika kita masih lugu. Setelah selama ini, kita kumpul lagi.
 
Kemudian bintang dengan gaya pamernya selalu berusaha membujuk saya dan eprin untuk berkeliling kebunnya yang berhektar - hektar itu. Melihat kanan kiri yang ditumbuhi pohon buah - buahan, sayur - sayuran dan lain sebagainya, bintang memperkenalkannya kepada kami satu persatu dengan gaya bicaranya "yak pemirsah, yang ini pohon pepaya california, buahnya kecil tapi muanisnya". Yah seperti itulah kurang lebihnya. Dan saya dengan eprin hanya mengangguk - ngangguk saja. Berusaha mengiyakan semua celotehan bintang yang nggak jarang membuat kita tertawa.

JEDEERRR JEDEERRRR JEDEEERRR
petir menyambar berulang - ulang kali disambut dengan gemuruh geledek yang membahana di atas langit. Di atas langit yang sama ketika kita masih lugu dulu.

Dan seketika hujan turun tanpa permisi. Membuat kita yang sedang berpetualang di kebun bintang lari kaya anak ilang.

Dan penjebakan itu dengan terjebaknya kita di saung makan bintang yang setengah jadi ternyata salah satu cara Tuhan untuk membuat kita semakin tidak mengerti dengan makna dari kata kita 'bertiga' ini apa? kita duduk ngedeprok di tanah yang mungkin saja bisa membuat baju kita kotor. Tapi kita tidak peduli itu. Ditemani hujan, kita duduk dan bercerita.

Tentang:
- saya yang selalu ngadu dan cengeng kalau lagi bertengkar dengan mereka
- bintang yang selalu jadi bulan - bulanan
- eprin yang pernah bertengkar dengan abang saya dan akhirnya memaksa saya untuk bertengkar dengan abang saya demi membela eprin
- kita yang berjualan es es-an, kue kue-an didepan rumah
- kita yang beli jajanan di warung bu dadang untuk di jual kembali
- kita yang senang mandi diteras
- kita bersama yang lain main boy boy-an, ular tangga, kacang-kacangan, gatrix, gobak sodor, karet, dampu, buaya-buayaan, orang miskin orang kaya, kasti dll
- kita yang selalu main kantor - kantoran
- bintang yang selalu ingin jadi guru bahasa ingris, eprin yang selalu ingin jadi guru matematika dan saya yang selalu ingin jadi guru kesenian
- kita yang nggak punya malu ngadain konser di teras rumah, mendendangkan lagu - lagu shaka
- kita yang menciptakan lagu "khatulistiwa"
- eprin yang selalu marah kalau saya menggunakan tas rajutan ibu saya
- bintang yang nggak bisa lari cepet
- kita yang rebutan arija dan wildan
- kita yang bikin nama geng dengan nama 'best three girl'

semua menjadi bahan tertawaan ketika kita mengingat kembali masa - masa bodoh itu lagi.
***

maaf. hanya lagi ingin mengulas kembali masa - masa itu. Sebenernya saya sendiri tidak mengerti saya menceritakan apa. Karna sekali lagi rasa itu terlalu sulit untuk diungkapkan dengan kata - kata. Rasa bahagia kita jauh lebih dalam dari sebuah cerita ini.

bagaimana kita yang saling menguatkan ketika sedang jatuh. bagaimana kita yang saling menjaga perasaan. Bagaimana kita yang bisa ada dalam suka dan duka. bagaimana kita ngelewati itu semua dengan kebahagiaan.

Terdengar cengeng sih, tapi ini sedikit kisah bahagia dari cerita kita 'bertiga'
***

dia = kembarannya poconggg

0 komentar
morniiiiiiinnggg.....

lagi nggak mau nulis apa - apa, cuma mau ngeplay lagunya evo aja...

lets cek it out


DIA DAN AKU

Dia seperti penerang malamku
Dia seperti penyejuk siangku
Dia tak kusangka dia… balas pandanganku
Ooo.. oo.. ooo…

Dia begitu…… jauh di mataku
Dia begitu…… jauh jangkauku
Dia tak kusangka dia balas senyumanku
Ooo.. oo.. ooo…

Reff :
Kami saling pandang tanpa bicara
Sepertinya dia tahu apa duhatiku tertera
Dan waktu saat itu sungguh mengerti aku
Dan dia berlalu tanpa tau siapa aku.

Aku cukup tau dia… dari sini saja
Aku cukup lihat dia… dari sudut sini saja
Dan aku.. sudah bahagaia seperti ini
Dan dia… sudah sempurna…

Dia……… aaa…
Dia…….. ooo…
Dia…. dia… ooo
Dia…..dia…dia…. oooo…..
(back to Reff:)



salam kebodohan

aFiQa B3rUs4hA t39aR

0 komentar
*cupcupcup* jangan nangis yah!! mau fokus Tugas Akhir dulu.

Ini mau permen?? sodorin.

udah yah jangan ngambek lagi. Nanti kalo aku udah bosen sama dia, aku bakal balik lagi ke kamu kok. Tenang aja.



salam kebodohan 

selamat begi

0 komentar
percaya atau tidak.
bersama ibu, ayah dan saya
pagi ini ditemenin sarapan nasi goreng dan upin - ipin.
itu aja.


sekian

kalang kabur #part ending

0 komentar
saya pengen mengakhiri masa kalang kabur ini. Jadi atau tidak, saya harus mengakhirinya. Saya udah nggak mau makan ati lagi, dengan menceritakan masa kalang kabur saya yang saat itu dirasa sangat pedih, miris hati banget. Tapi kenapa saat nyeritain kepedihan kalang kabur ini, tidak terasa sama dengan kepedihan yang saya salami ketika itu.
jadi yasudahlah, dari pada saya merasa lebih hina lagi.

akhir cerita :
dateng ke smart center yang di Cilegon hasilnya "waduh mbak kalo kaya gini langsung ke smart center yang di Serang aja". ADA GOLOK NGGAK??

saya simpulin: saya lebih baik pulang daripada terjadi pertumpahan darah. Dan akan saya lanjutkan besoknya lagi.

Mau nggak mau saya harus ketemu abang saya dirumah, karena dia sudah pulang dari Jakarta. Dan untuk yang kedua kalinya saya terselamatkan. Abang saya pergi privat bahasa Inggris. Ngelus dada.
***

Dengan memberanikan diri, saya akan melakukan pengakuan (mungkin) kesalahan saya. Saya sih masih yakin saya nggak salah. Saya sms dia yang lagi privat. Toh kalopun dia mau murka, nggak ada saya disitu. Jadi bakal dia tahan sampe rumah. Saya sudah merencanakan untuk tidur dari jam 8. Sedangkan dia pulang privat jam setengah 10. Harusnya. Jadi nggak bakal bisa marahin saya. Cerdaskan saya.

saya sms dia, dengan segala hormat
"bang modem lo bengkok. sorry ya kayanya ketiduran gue. sini duit gue yang lo pinjem balikin ntar gue benerin. sorry gue nggak sengaja". Setelah itu saya tidur. Bukan hanya karna saya pengen ngindar dari omelan abang saya, tapi karna saya cape. Seharian dengan keapesan yang nggak tanggung - tanggung.
***

Tidur nyenyak banget.
sampe ketika jam 00.00 tepatnya, saya denger suara motor masuk pager. ITU ABANG. mampus. Pura - pura tidur lagi. Saya tengok Hp takut ada balesan dia dari sms saya yang tadi. Ternyata enggak ada. Okesip. pura - pura tidur.

Dia buka kunci.
Masuk.
Nyetel TV.
Makan krupuk.
Bikin Kopi.

semua bisa saya raba dari jarak jauh. dan tiba - tiba....
pintu kamar saya terbuka, dia masuk melangkahkan kakinya mendekati saya.

dengan nada lembutnya
"de. de. heh. mana yang katanya bengkok? bengkok kaya apa? coba sini gue liat?"

dia sudah tau kali yah, tipuan - tipuan yang saya buat. kenapa dia ngajak saya ngobrol waktu saya tidur?? normalnya orang kan nggak bakal ngelakuin itu. tau kalo orang itu lagi tidur, pasti ditinggal.
dia tau kali Yah, kalo saya lagi pura - pura tidur.

saya ambil modem di dompet dan dia ngambil laptop saya.
***

 satelah itu, SAYA LEGA SELEGA - LEGANYA. DIA NGGAK MARAH. JAUH DARI PREDIKSI YANG SAYA BUAT. DAN SAYA BISA TIDUR NYENYAK, SENYENYAK - NYENYAKNYA. TENANG AJA NGGAK LAGI - LAGI DEH MANGGIL DIA SI MONYET. SEMONYET - MONYETNYA JUGA DIA TETEP ABANG SAYA. YANG TERNYATA NGGAK MARAH MODEMNYA JADI HINA.



sekian kehinaan saya 3 hari belakangan ini.

kalang kabur #part 4

0 komentar


Penderitaan dan kalang kabur belum selesai sampai disitu.

Saya pulang naik motor bersama salah satu teman bimbingan saya. IKE. Masih memutar otak bagaimana caranya mengatasi masalah modem kancut itu.

bawa ke mak erot aja apa?

Saya tersadar ternyata saya nggak bawa uang sepesarpun. Sekali lagi saya nggak akan bilang kalo saya nggak punya uang tapi saya bakal bilang kalo lake picise. Bedakan kalimatnya? Padahal saat itu, perut saya sedang demo serusuh – rusuhnya minta supaya turunkan makanan kalau tidak mereka akan bersikap anarkis. Anarkis?? Semacam maag saya kambuh mungkin. Tapi yasudahlah. Nggak punya duit ya sudah nggak punya duit. Itu sudah harga mati. Sabar ya rut…bentar lagi sampe rumah kok rut.

Teringat sejenak ternyata, saya berniat ke smart center buat ngebenerin modem kancut yang bengkok itu. Berharap ada keajaiban biar bisa lurus lagi.
Kalo kata @dwinur_indah “di bawa ke salon aja biar di bounding. Lurus deh”
***

Motor terus melaju dengan kecepatan tinggi. Maklum yang bawa cucuknya Valentino Rossi. IKEtino Rossi. Weeeengg….weeeeenggg…..weeeeeenngggg tancep gaspol, berasa jalan milik kita berdua. Ahaydeh. Saya bukan anak alay. Ngangkat tangan.

Tiba – tiba ini yang terjadi

mogok

sebenernya saya tau, kalo bensin udah limit banget. Tapi saya masih bisa ngira - ngira Serang Cilegon mah masih cukup mungkin. Mungkin. Yah lagi - lagi harga mati. lake picise. Perkiraan saya meleset. belum sampe Cilegon, motor sudah ngadat.
*** 

Nyari tukang bensin disepanjang jalan nggak ada. POM jauh. Nah, teringat @dwinur_indah belum pulang. Dia masih di kampus. Dihubunginlah dia, saya minta tolong untuk beliin bensin eceran di jalan. Kenapa eceran? karna hanya bensin eceranlah, bensin yang bisa dibungkus. Kalo beli di POM mau bungkus pake apa? saya nggak tau.

Nunggu sepuluh menit, dua puluh menit, satu bulan. Indah nggak muncul - muncul juga. Padahal udah dikasih tau tempat dimana saya berenti.

and than. its my hero

tampak seperti malaikat penolong



didalam pikiran saya. "bener - bener penolong. Dia pasti bawa bensin yang sangat wangi itu. Setelah ini pasti motor gue bisa jalan lagi". Rasanya mau nyium Indah saat itu.
Dengan antusiasnya saya bertanya "mana ndah bensinnya? mana? mana?"
dan dia... ngeluarin ini

PLASTIK

PLASTIKnya doang. "bensinnya mana ndah?" tanya saya dengan melas murkanya. Dan dengan muka datarnya dia "indah nggak tau mau beli dimana? disepanjang jalan juga nggak ada. Mau beli di POM depan kampus, indah nggak tau harus pake apa? lagian indah malu. akhirnya indah ke rumah makan Magelang yang disamping kampus. Minta ini (sambil nunjukin plastiknya)"

sumpah yah. yang tadinya mau murka sampe nggak jadi. Indah memang cewe bego polos banget.
***

alhasil saya bersama indah yang polos itu, nyari sama - sama tukang bensin eceran. Dan ike terpaksa harus stay ngejagain motor. muter sana. muter sini. Akhirnya nemu juga.

sebungkus bensin yang wangi
Ah. Walau gimanpun juga Indah tetep pahlawan saya. Kalo bukan dia yang rela - rela masuk ke rumah makan Magelang buat minta plastik, siapa lagi. Dan ternyata plastiknya memang berguna.
***

 Lagi - lagi ternyata, kalang kabur belum sampe disini

kalang kabur #part 3

0 komentar

Satu hari saya terselamatkan dari ancaman modem bengkok milik abang saya (lagi males ngetik si monyet dulu. Kasian). Lupakan masalah itu. Saya harus fokus dengan konsultasi bimbingan Tugas Akhir saya. Ini kali pertamanya memburu dosen pembimbing. Yang ternyata rasanya beuh banget deh. Butuh kesabaran khusus.

Konsultasi pertama. Konsultasi judul.
Ada 3 judul yang saya ajukan untuk dosen tersebut. Saya hanya butuh salah satunya untuk di ACC. Iya di ACC. Di tanda tangan itu loh. Tau nggak?

      1. Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Praktik Menyusui yang Benar di RSUD Cilegon Tahun 2013
      2. Faktor – faktor Penyebab Ibu Hamil tidak Melakukan Senam Hamil di BPS. Ponirah Tahun 2013
      3. Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Siswi Kelas VII tentang Perubahan Fisik Masa Pubertas di SMPN 1 Kramatwatu Tahun 2013


Apes. Ternyata dosen pembimbing saya anaknya sedang masuk ICU dan beliau sudah 2 minggu nggak ke kampus. Nunggu berjam – jam luntang – lantung nggak jelas mau ngapain di kampus. Di gantungin dosen pembimbing dan rasanya itu lebih sakit daripada ngeliat gebetan ciuman sama pacarnya di depan kita loh. Sakiiiiittt banget. megang dada.
Ngeliatin temen – temen yang mau pada konsul. Yang udah di ACC dengan senyum sumringahnya. Yang mau minta surat pengajuan judul. Yang bengong kaya kambing conge. Bukan. Bukan. mati aja yang itu mah. Ngeliat itu semua rasanya mau terjunin diri dari lantai 3. Lalu mati seketika.

Saya bengong bersama ketiga teman saya yang nasibnya entah seperti apa.
***

Datanglah sebuah ilham. “kenapa nggak bilang sama ketua pelaksana Tugas akhir yah? Bilang aja keadaan sebenernya. Mungkin bisa dipindahalihkan ke dosen lain. Biar nasib gue nggak gini – gini amat”.

Dan semakin banyak temen – temen saya yang judulnya sudah di ACC. Iya di ACC. Tau nggak? Yang di tanda tanganin itu.

Dan….toreng toreng toreng
“JUDUL GUE ADA YANG NYAPLOK”. Seketika mati.
Judul nomer satu saya, sudah ada yang pake. Dan sudah di ACC. Iya di ACC. Tau nggak? Ditanda tanganin itu lho!! Sekali lagi nanya, awas yah!! Alhasil karna saya males mikir harus diganti apa lagi, bodo amat saya hanya punya 2 pilihan aja untuk diajukan ke dosen pembimbing.
***

Setelah konsultasi dengan ketua pelaksana Tugas Akhir. Ternyata tidak untuk dipindahalihkan tapi….. NYAMPERIN DOSENNYA KERUMAH SAKIT.

BAYANGIN….MAHASISWA BERHATI APA YANG TEGA – TEGANYA KONSULTASI KE DOSEN PEMBIMBING UNTUK PENGAJUAN JUDUL DI TENGAH – TENGAH RASA DUKA YANG MENDALAM KARNA ANAKNYA MASUK ICU SEJAK 2 MINGGU YANG LALU?????

Tolong saya juga nggak sekejam itu. Lagian mana enak konsultasi sedangkan suasananya.... #nyedotingus #nyekaairmata

Tiba – tiba
“shif jam 4 di ICU ya ibu tunggu”
 
OH Terima kasih tuhan
***

Ini untuk kali pertamanya. Saya konsultasi. Di rumah sakit. Tepatnya di ICU. Tujuannya simple. Cuma pengen 1 kata “ACC”. Iya di ACC. Udah tau kan? Udah dijelasin berkali – kali. Dan akhirnya dengan muka melas. “shif, kamu yang nomer tiga yah”

DAN JUDULNYA DI ACC. Iya di ACC. Udah ah jangan pura – pura bego.
***

Dengan langkah yang terseok – seok, kami berempat melangkah tak tentu arah kami tanpamu betiran debu…. Pas banget kami tanpa Bu Umi (dosen pembimbing) butiran babu. Babu – babu pengharapan, judul diajukan. Yes!!

Jangan lupa kalang kabur masih terjaga. Modem kumaha modem…
***

kalang kabur #part 2

0 komentar


Belum selesai urusan saya dengan nasib modem yang hidupnya ternyata sangat tragis.
NP:  we will not go down – Michael hearth

Saya harus memutar otak gimana caranya ngindarin kesalahan. KESALAHAN?? Itu bukan salah saya kok. Saya bener – bener nggak ngerasa bahwa saya penyebab dari bengkoknya modem kancut itu.

Tapi saya sudah yakin, si monyet abang saya bakal murka semurka – murkanya.

Pertama: itu modem beli dengan uangnya sendiri tanpa patungan dengan saya
Kedua: dia baru ngisi pulsanya, yang pasti dengan uangnya sendiri tanpa patungan dengan saya. Ah saya males ngetik bagian ini. Saya yakin dia besar kepala.
Ketiga: belakangan ini saya pake modemnya kaya kesetanan. Tanpa memberikan dia waktu untuk sekedar bergurau dengan modem miliknya. Bener – bener males.
***

Sudah saya siapkan kata – kata apa yang harus saya ucapin kalo nanti dia tau bahwa modemnya…. Ah sudahlah. Dan dia akan marah sejadi –jadinya. Saya nggak akan diem dimaki – maki dia. Jangan tinggal diem aja dong, kita sebagai manusia yang merasa tidak bersalah, jangan mau diremehkan orang. Apalagi kakak sendiri. Balik marah aja gapapa, nanti juga yang kena marah ujung – ujungnya berdua. Nah kalo udah kaya gitu, empas namanya. #klimaks
*menorehkan jempol kesalah satu lubang hidung*

Kalo dia bilang “modem gue mana?”
Saya bakal jawab “modem lo? Yang mana itu ya? Gue amnesia nih”
Kalo dia tau keadaan modemnya…..ah sudahlah “MODEM GUE KENAPA NIH? LO APAIN?”
Saya bakal bales ngotot “GUE NGGAK TAU, TIBA – TIBA BENGKOK KAYA GITU”
Kalo dia ngancem “AWAS LO JANGAN MAKE – MAKE MODEM GUE LAGI”
Akan saya bales lebih keji lagi “AWAS LO JUGA JANGAN MAKE TAS GUE LAGI, SWEATER GUE LAGI, MOTOR GUE LAGI”

Hebatkan saya. Sudah terfikirkan segitunya.
Tapi ternyata nggak semudah itu. Saya nggak punya nyali yang kuat buat ngungkapin itu semua.
JADI SAYA HARUS BILANG APA???
***
Satu hari saya terselamatkan. Ternyata si monyet abang saya nggak ada di rumah. Dia ke Jakarta untuk ngurus wisudanya. Selamet….ngelus dada
Kalo dia pulang dan dia tau, gimana? Di taro dikamar aja biar dia tau sendiri? Apa saya harus bilang sendiri? Apa? Gimana? Apa? Gimana nih? Lalu mati.
Karna kejadian itulah, saya alergi yang mananya modem. Abang. Bengkok. Kalo ada yang nyebut – nyebut kata itu, sentak tangan saya nutupin kuping lalu teriak – teriak “stoooop. Cukuuup. Cukuuup”
***


Lalu masih ada kalang kabur yang panjang

Kalang kabur #part 1

0 komentar


Satu hal yang paling menenangkan jiwa bagi saya adalah modem beserta pulsanya. Itu aja cukup. Dengan kahadiran beliau (harus dihormati), saya bisa berlama – lama didepan laptop dengan sesuka hati. Bisa ngapain aja yang saya mau. Buka twitter, ngeblog, download lagu, download video, download film, googling – googling, aaah ngapin aja bisa deh. Dan juga bisa terlihat salah satu sisi absurd saya dalam hidup. AUTIS. Makan sampe lupa, mandi apa lagi. Sholat?? Mmm gitu deh. Ets buat yang satu itu, nggak boleh sampe ketinggalan dong (benerin mukena).

Nggak punya duit emang kutukan bagi setiap orang. Apalagi saya, hanya seorang mahasiswa yang nggak tau pemasukannya dari mana. Uang bulanan dari bokap? Ah nggak seberapa. Paling cuma cukup beli SLR doang.

Benerin kerah.

Nggak punya uang ya sudah nggak punya uang. Nyari makan yang paling murah. Beli buku yang foto copyan aja. Minum bekel dari rumah. Gimana buat beli pulsa modem. Mungkin berlama – lama didepan laptop dengan autis hanya ada diangan saya saja.

Dan ketika modem jadi bangke.

Tidur sepanjang hari.
***


Eh bentar dulu. Tadi saya bilang nggak itu modem siapa? (puter mouse ke atas). Oh ternyata enggak. Oke. Itu modem si monyet abang saya. Memang yang punya modem bukan saya, tapi karna kita bersaudara jadi harus saling pinjem. Inget kata ibu “kalo bukan saudara sendiri, siapa lagi yang mau nolong kita”. Mungkin abang saya sedikit nggak rela gitu kalo modemnya sering saya pake. Bodo amat.

Pertama kali dia beli modem itu, ngajak saya buat patungan. Toh nantinya saya pake juga, katanya. Abang saya memang suka licik. Dia suka bullshit, bilangnya nanti pakenya barengan tapi nyatanya dia berkuasa. Maklumlah kakak emang penguasa (bakar fotonya).

Contohnya, dulu selagi saya masih bego:
“de, kita patungan yuk beli kaset PS nanti maennya barengan”

Kenyataannya: yang dibeli semua kaset yang dia suka. Jadi mau nggak mau saya males maennya.

“de, kita patungan yuk beli kaset the sims buat main dikomputer nanti mainnya barengan”

Kenyataannya: iya kita main barengan, tapi semua rumah – rumah design saya yang dibikin 1 hari 1 malem sempet ketemu kiamat sugro, semuanya digusurin. Udah gitu dia nggak mau ngasih tau kode #klapaucius, kode untuk memperbanyak uang itu.

Keliatankan seberapa liciknya dia. Makanya pas dia minta patungan beli modem. Oh sorry, saya sudah tidak bisa dibegoin lagi. Dengan tajamnya saya bilang TIDAK. Akhirnya dia beli dengan uangnya sendiri. Iya uangnya sendiri.
***


Nah kebetulan, saya sadar kalo ternyata bener kata dia. “Toh nantinya juga pake barengan”. Iya iya pake barengan. Saya sering pake modem dia. Serada tau diri. Jadi kalo beri pulsa modem suka patungan. Maklumlah hanya mahasiswa yang tidak tau pemasukannya dari mana.

Tapi kenapa bulan kemarin, saya males banget ngisi pulsa modem. Saya nggak akan bilang kalo saya nggak punya duit. Saya bakal bilang kalo I don’t have money. Beda kan kalimatnya (artinya sama bego).

Dan setelah menerima gaji. Maklum udah kerja. Dia ngisi pulsa modem sendiri tanpa minta patungan sama saya. Ah akhirnya beban hidup saya sedikit berkurang.

Dengan liciknya, saya pake modem kaya kesetanan. Bangun tidur ONLINE. Mau tidur ONLINE. Dikampus ONLINE. Pagi siang sore malem sampe pagi lagi ONLINE aja ONLINE. Berasa nggak ngeluarin duit tapi bisa menikmati. Ya jadinya begitulah.
Cape karna ONLINE membuat saya ingin tidur dikasur yang sempet saya lupakan sejenak kenikmatannya. Tidurlah saya dengan nyenyak senyenyak – nyenyaknya tidak seperti kenyenyakan di hari – hari dimana saya biasa tidur dengan sangat nyenyak. Ngerti nggak lo? saya aja nggak tau saya ngomong apa.

Saya taro laptop disamping bantal tempat saya tidur dengan modem masih mencolok tegak di badan samping laptop kesayangan saya. Berharap ketika terbangun nanti satu hal yang saya langsung lakukan adalah ONLINE.
 ***


Tangan dikepala, yang satunya lagi meluk guling. Kaki nempel ke tembok, yang satunya lagi didalem selimut. Tertidurlah saya dengan pules. Tatap mata ojan. Tidur…tidur…tiduuu…zzzzzzzz

Entah siapa yang mindahin laptop. Kenapa tiba – tiba ada samping tepat deket pantat saya. Dia pun berada dibawah selimut sama dengan saya. Saya nggak peduli. Mungkin semalem dia kedinginan dan bergerak mendekat selimut berlindung dibawahnya untuk mencari kehangatan.
***


Setelah saya tersadar lalu reinkarnasi dari alam baka. Dan teringat hari ini jadwalnya pemburuan. Memburu dosen pembimbing Tugas Akhir saya hanya untuk konsultasi, bergegaslah saya untuk mandi. Saya buka selimut perlahan – lahan dan….

Saya tercengang
Kalo kata Raditya Dika, ada hening yang panjang
Diam. Hanya diam menganga

“gimana ceritanya ini modem bisa sampe bengkok”

HAAAAAHHH MODEM GUE KENAPAAAAAAA??? Eh salah modem si monyet abang gue. BENGKOOOOKK. KENAPAAAAA??? KOK BISAAAAA??? BUKAN SALAH GUE KAAAANN?? APA KETIDURAN GUEEE???AAAAAAGGGHHHHHH……

kurang lebihnya, seperti inilah muka saya



Setelah itu, terjadilah kalang kabur yang panjang

***