and next, game is over!!


Tak akan ada yang tau bagaimana dengan perasaan terdalam yang aku rasa ini. Bahkan kau saja yang aku anggap ada, tak pernah tau mengenai semua perasaan ku. Apa perlu aku berlari ke puncak gunung tertinggi untuk berteriak? Berteriak memberi tahu semua penghuni bumi kalau aku mencintaimu? Atau membisikkan pelan – pelan dedaunan kering disana hingga hanya mereka saja yang mengetahui perasaanku?

Apa kau terlahir cacat? Aku rasa tidak. Lalu apa yang menyebabkan kau begitu cacat akan perasaan. Kau begitu sulit untuk mengartikan kata dari sebuah rasa. Rasa terdalam yang selama ini aku simpan. Bagaimana bisa manusia yang terlahir tanpa kecacatan begitu cacat memperlakukan seorang wanita. Kau cacat dalam memahami. kau cacat dalam melindungi. Kau cacat dalam menyayangi. Bahkan kau pun cacat dalam mencintai. Apa aku salah pilih orang? Tapi nyatanya hanya namamu saja yang selalu aku ingat. Hanya senyummu saja yang mampu mengobati rasa pilu.

Perlu bintang yang selalu menerangi malam. Perlu hembusan angin yang menyejukan perasaan. Perlu nyanyian ketika sewaktu – waktu aku dipaksa harus melupakan. Yah melupakan. Melupakanmu adalah momen teramat sulit ketika aku sudah lelah dengan permainanmu. Menyadari sedang kamu permainkan adalah kepekaan terbesar aku. Ketika itu, ketika aku sadar dan muak atas semuanya. Hanya berusaha melupakanmu yang aku bisa. Sekuat – kuatnya melupakanmu yang ternyata amat sangat jahat terhadap aku. Aku ini siapa? Dengan seenaknya kau bolak – balik perasaanku. Aku boneka bagimu? Kalau iya. Mengapa kau tidak meletakkan aku di lemari rias rumahmu untuk mempercantik istanamu? Mengapa kau letakkan aku seenaknya saja. Aku diombang – ambing kemanapun kau mau. Dengan seenaknya meletakkan aku dimana - mana. Ini tidak adil. Kadang kau taruh aku disamping bantalmu. Kadang kau taruh aku diatas rak sepatumu. Kadang kau juga sembunyikan aku ditumpukkan baju – baju kotormu. Atau bahkan kau taruh aku ditempat sampahmu. Aku ini siapa? Bonekamu?

Bermimpi untuk mendapatkan cinta tulus darimu, sepertinya akan selalu menjadi angan – anganku. Kau saja tak mengerti apa yang terjadi sekarang ini. Bagaimana aku tau kau punya cinta yang tulus untukku. Hanya kekosongan yang membawamu kembali kepadaku. Kekosongan semu yang akan menjadi kebahagiaan untukmu. Tapi sebuah kekosongan semu yang membuat aku terbuai akan permainanmu. Permainan itu yang berulang – ulang kali aku rasakan sedari dulu. Ah sudahlah aku memang bodoh. Untuk kesekian kalinya aku terperangkap lagi. Kau sukses membuat kisah cinta kita jomplang. Banyak menguntungkan kamu, tapi sedikit untuk aku. Ah bahkan bukan sedikit yang benar. Terlalu banyak merugikan aku lebih tepatnya. Jomplang. Kamu tau jomplang? Miring sebelah. Sama miringnya dengan otak kamu yang ga pernah diasah untuk belajar mencintai aku. Tidak. Tidak. Tidak. Jangankan mencintai aku, belajar untuk menghargai akupun kau enggan.

Yang indah hanyalah ketika kau berusaha menyakinkan aku bahwa kaulah satu – satunya pria yang sangat mencintai aku. Kaulah satu – satunya pria yang sebenarnya tidak pernah punya niatan untuk menyakitkan perasaanku. Kaulah satu – satunya pria yang siap ada untukku. Hey. Kau harus belajar banyak denganku. Jika aku balikkan semua kata – kata itu untuk kamu. Apa kau tidak merasa semakin besar kepala? Bagaimana dengan ini. Akulah satu – satunya wanita yang sangat mencintai kamu. Akulah satu – satunya wanita yang berusaha untuk tidak menyakitkan parasaanmu. Akulah satu – satunya wanita yang selalu ada untukmu. Bagaimana dengan itu? Kau semakin leluasa kan untuk mempermainkan aku? Karna itulah aku tidak pernah mengeluarkan mantra yang mungkin akan menjadi kunci kesuksesan kamu memperlakukan aku semena – mena. Aku mempunyai kesungguhan dalam setiap ucapanku. Tidak seperti kamu. Dengar ini. ‘akulah satu –satunya wanita yang sangat mencintai kamu’. Aku sungguh dengan itu. Jika kau tidak percaya. Perdalamilah aku. Karna hanya ada namamu yang terkunci rapih didalam kotak cintaku. Jika aku dengar ini. ‘akulah satu – satunya pria yang sangat mencintaimu’. Hanya kata – kata itu yang aku dengar dari mulutmu. Selanjutnya kau teruskan dalam hatimu. ‘jika ada yang lebih baik darimu, aku akan lebih mencintai orang itu’. Dengan senyum setanmu bahkan kau masih saja menarik pandangan aku. Selanjutnya kau masih teruskan perkataanmu. ‘namun jika ternyata aku tidak cocok dengan wanita itu, aku akan kembali kepadamu’. Begitu seterusnya. Benarkan itu yang kau rasakan? Aku cukup pandai untuk membaca perasaan orang. Tidak perlu masuk fakultas psikologi untuk bisa membaca fikiran dan kejiwaanmu. Karna hanya memperdalam kamu, aku bisa tau semua yang ada pada dirimu. Hebatkan aku. Sebegitunya terhadap kamu. Kamu harus belajar banyak denganku.

Dihidupku, hanya kau pria yang aku cinta. Namun kau bisa mencinta dengan semua wanita. Baiklah untuk saat ini aku masih kau mainkan. Tidak masalah. Untuk saat ini masih aku nikmati dulu cara bermain kamu. Aku pelajari dulu kemana arah tujuan kamu. Jangan salahkan aku jika suatu saat nanti ketika aku mengerti, aku akan menghilang menghapus dalam – dalam semua tentang kamu. Ketika kekosongan itu datang dan kau mencariku. Akan sangat sulit menemukanku. Karna sekali lagi aku menghilang mengubur dalam – dalam kotak cinta yang dulu hanya ada namamu itu, agar menjadi kenangan yang tak terbekaskan. Ingat!! aku selalu memiliki kesungguhan dalam setiap ucapan. Selamat tinggal.
***

0 Response to "and next, game is over!!"

Posting Komentar