Setelah selama ini, kita kumpul lagi.
Ini. Moment yang kaya gini yang nggak akan pernah bisa diganti.
Kita terpisah jauh dan cukup lama. Cukup lama untuk memendam rasa rindu.
Kadang hanya kumpul bertigalah yang bener - bener selalu dinanti. Bukan maksud untuk menjauhkan yang lain. Bagi kami, kalian selain kami 'bertiga' adalah pelengkap dari kesempurnaan kami dengan tidak mengurangi rasa sayang kami. Tapi kami terlanjur dipertemukan pertama kali dan rasa itu terlalu mendalam hanya dengan 'bertiga' saja. Iya bertiga. Hanya saya, bintang dan eprin saja. Sekali lagi bukan maksud untuk menjauhkan yang lain. Tapi bagi kami, rasa kita bertiga berbeda makna dengan rasa kita semua. Kita bertiga dengan kita semua. sengaja saya ulang untuk mempertegas bahwa rasa kita bertiga memang berbeda. Sayapun sebenernya nggak bisa ngungkapin itu dengan kata - kata. Saya bingung seberapa dalam rasa kita. Karna bagi kita, rasa itu lebih dari sebuah rasa persahabatan. Entahlah apa....
***
Berlama - lama rebahan di saung teduhnya bintang, membuat kita ingin memutar kembali kenangan manis dulu ketika kita masih lugu. Setelah selama ini, kita kumpul lagi.
Kemudian bintang dengan gaya pamernya selalu berusaha membujuk saya dan eprin untuk berkeliling kebunnya yang berhektar - hektar itu. Melihat kanan kiri yang ditumbuhi pohon buah - buahan, sayur - sayuran dan lain sebagainya, bintang memperkenalkannya kepada kami satu persatu dengan gaya bicaranya "yak pemirsah, yang ini pohon pepaya california, buahnya kecil tapi muanisnya". Yah seperti itulah kurang lebihnya. Dan saya dengan eprin hanya mengangguk - ngangguk saja. Berusaha mengiyakan semua celotehan bintang yang nggak jarang membuat kita tertawa.
JEDEERRR JEDEERRRR JEDEEERRR
petir menyambar berulang - ulang kali disambut dengan gemuruh geledek yang membahana di atas langit. Di atas langit yang sama ketika kita masih lugu dulu.
Dan seketika hujan turun tanpa permisi. Membuat kita yang sedang berpetualang di kebun bintang lari kaya anak ilang.
Dan penjebakan itu dengan terjebaknya kita di saung makan bintang yang setengah jadi ternyata salah satu cara Tuhan untuk membuat kita semakin tidak mengerti dengan makna dari kata kita 'bertiga' ini apa? kita duduk ngedeprok di tanah yang mungkin saja bisa membuat baju kita kotor. Tapi kita tidak peduli itu. Ditemani hujan, kita duduk dan bercerita.
Tentang:
- saya yang selalu ngadu dan cengeng kalau lagi bertengkar dengan mereka- bintang yang selalu jadi bulan - bulanan- eprin yang pernah bertengkar dengan abang saya dan akhirnya memaksa saya untuk bertengkar dengan abang saya demi membela eprin- kita yang berjualan es es-an, kue kue-an didepan rumah- kita yang beli jajanan di warung bu dadang untuk di jual kembali- kita yang senang mandi diteras- kita bersama yang lain main boy boy-an, ular tangga, kacang-kacangan, gatrix, gobak sodor, karet, dampu, buaya-buayaan, orang miskin orang kaya, kasti dll- kita yang selalu main kantor - kantoran- bintang yang selalu ingin jadi guru bahasa ingris, eprin yang selalu ingin jadi guru matematika dan saya yang selalu ingin jadi guru kesenian- kita yang nggak punya malu ngadain konser di teras rumah, mendendangkan lagu - lagu shaka- kita yang menciptakan lagu "khatulistiwa"- eprin yang selalu marah kalau saya menggunakan tas rajutan ibu saya- bintang yang nggak bisa lari cepet- kita yang rebutan arija dan wildan- kita yang bikin nama geng dengan nama 'best three girl'
semua menjadi bahan tertawaan ketika kita mengingat kembali masa - masa bodoh itu lagi.
***
maaf. hanya lagi ingin mengulas kembali masa - masa itu. Sebenernya saya sendiri tidak mengerti saya menceritakan apa. Karna sekali lagi rasa itu terlalu sulit untuk diungkapkan dengan kata - kata. Rasa bahagia kita jauh lebih dalam dari sebuah cerita ini.
bagaimana kita yang saling menguatkan ketika sedang jatuh. bagaimana kita yang saling menjaga perasaan. Bagaimana kita yang bisa ada dalam suka dan duka. bagaimana kita ngelewati itu semua dengan kebahagiaan.
Terdengar cengeng sih, tapi ini sedikit kisah bahagia dari cerita kita 'bertiga'
***


Posting Komentar