Tidak semuanya yang terlihat bahagia didepan orang banyak, seutuhnya dia dalam keadaan bahagia. Buktinya aja beberapa hari ini, gue berada dilingkungan orang yang keliatannya bahagia lahir batin. Ceria. Ketawa. Ngobrol. Bercanda. Semua terlihat biasa aja. Tapi nyatanya....
Nyatanya orang yang terlihat bahagia dihadapan banyak orang adalah orang yang sangat membutuhkan bantuan. Dan kita sebagai temannya hanya bisa membantu. Walaupun hanya sekedar mendengar curhatannya atau memberi sedikit solusi dari masalahnya. Meskipun saran yang kita kasih belum tentu yang terbaik.
Kadang gak abis pikir sama orang yang sukses nyakitin diri sendiri. Mencoba bahagia diatas kesedihannya. Mungkin kalo gue punya 10 jempol bakal gue kasih kesepuluh - sepuluhnya buat dia yang lihai membohongi kejiwaannya. Bayangin aja, dia sanggup cekakakan serasa gak ada masalah. Padahal di dalem hatinya lagi sakit banget. Misal, baru aja diputusin atau ada masalah keluarga. Nice.
Entah apa maksud dan tujuan dari orang yang sanggup nyengir di dalam kondisi hati yang nyinyir. Mungkin kalo bisa gue terawang dan coba gue tebak. Dia hanya gak mau terlihat seperti memiliki beban hidup. Dia hanya mau nunjukin bahwa hidupnya dalam keadaan yang baik - baik aja. Padahal gak dipungkiri, setiap manusia pasti ada masalah hidup. Buktinya aja gue sering banget denger orang yang selalu nyemangati dirinya sendiri ketika dilanda masalah dengan kata - kata "Allah tidak akan memberi cobaan kepada hambanya, diluar batas kemampuan hambanya". Nah, dari situ bisa ketauan kalo setiap manusia pasti punya masalah hidup.
Padahal, ketika dia sedang sendiri dan tidak berada dalam keramaian. Satu yang bisa ia lakukan. Hanya menangis. Menangis sendirian. Gak lebih tragis dari menangis semalaman atau menangis dalam kegelapan.
Mungkin bagi beberapa orang menangis dapat meringankan beban atau bahkan memang sebuah solusi. Tapi menurut gue, kita ini tercipta sebagai makhluk sosial. Saling berinteraksi antara satu individu dengan individu yang lain. Bukan interaksi saat proses jual beli aja. Gak ada salahnya kok minta solusi sama orang yang kita anggap memang pantas buat dengerin curhatan kita dan orang yang kita anggap dapat membantu masalah kita. Bukan orang yang malah nambah - nambahin masalah kita. Tapi jika memang menangis adalah pertolongan pertama pada kegundahgulanaan, maka menangislah sepuas - puasnya. Setelah itu, jangan larut dalam kesedihan. Coba berfikir jernih untuk mencari solusi dari masalah yang kita hadapi. Kalo gue sih, lebih memilih ngegelar sejadah pake mukena. Mulai deh buat curhat sama yang Maha Punya.
Gue sendiri tipe orang yang selalu nangis ketika punya masalah. Jangankan punya masalah, ngedengerin masalah orang aja gue suka nangis. Tapi gue gak melulu larut dalam kesedihan. Mencoba mencari jawaban dari masalah yang gue punya. Dan untungnya gue punya sahabat yang memang dianggap paling bijak memberikan solusi hebat.
So, tulisan ini gue buat ketika gue tau salah satu rekan kerja gue adalah orang yang lihai dalam menyembunyikan kesedihannya. Nyatanya, dialah orang yang harus gue bantu dalam nenyelesaikan masalahnya. Maaf bukan maksud menggurui


Posting Komentar