Saya hanya bertanya



Sudah berapa lama kamu mengenal saya?

Bukankah saya kurang suka dengan sesuatu yang tidak pasti? Mau sampai kapan kamu harus selalu mengikuti apa yang menjadi mau saya?

Bilang iya, kalo memang iya. Bilang tidak kalo memang tidak. Jangan bertele - tele. Bukankah kamu tau saya tidak suka yang bertele - tele? Masih belum paham?


Larang saya kalo memang salah. Dan biarkan saya menjalaninya kalo memang itu yang terbaik. Gak perlu sungkan, saya dan kamu sudah menjadi kita. Kita lakukan apa yang terbaik buat kita. Jangan lagi yang terbaik untuk kamu atau yang terbaik untuk saya. Sudah berapa lama kamu mengenal saya? Bukankah sudah lama?


Katakan kalo kamu tidak menyukainya dan saya akan menghargai itu.

Kamu tidak perlu khawatir. Karna saya sudah jatuh hati kepadamu. Hanya saja, saya masih ingin mengujimu. Menikmati saat - saat dimana kehadiran saya selalu kamu perjuangkan. Itu cukup menyenangkan. Dan, kamu gak perlu khawatir. Saya sudah terlanjur ingin membalas perjuangan kamu. Hanya saja, saya masih ingin menikmati saat - saat kehadiran saya selalu kamu nantikan. Biar apa? Biar membuktikan kalau kamu benar sungguhan.


Lalu, kalau saya tanya padamu lagi. Sudah berapa lama kamu mengenal saya? Kamu hanya terdiam. Dan sudah seberapa dalam kamu mengenal pribadi saya? Lalu kamu pergi membiarkan saya sendiri.




0 Response to "Saya hanya bertanya"

Posting Komentar